pembuatan bibit jamur F0-F2 selalu terkendala dalam alat sterilisasi baglog. Sehingga perlu dilakukan berbagai pelatihan bagaimana cara teknik sterilisasi jamur tiram melalui lima tahapan, yaitu : (1) pemamparan materi tentang Teknik Sterilisasi Baglog Jamur Tiram, (2) Pelatihan membuat bibit jamur, (3) Pelatihan menggunakan alat
Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram akan dirintis oleh penulis pada tahun 2013 dengan langkah awal mengajukan badan hokum usaha berupa CV. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia.Untuk membuat bibit jamur tiram dari serbuk kayu, Anda akan membutuhkan serbuk kayu yang telah steril, kapur tohor, kapang benih jamur tiram, dan air matang. Pastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan bibit jamur tiram ini dalam kondisi steril, agar bibit jamur tiram dapat tumbuh dengan sehat dan bebas dari kontaminasi.
Kandungan Gizi Jamur Tiram. Jamur tiram memiliki nilai gizi dan kandungan protein yang tinggi, Setiap 100 gram jamur tiram mengandung 10,5-30,4 % protein, 56,6 % karbohidart, 367 kalori, 1,7-2,2 % lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. 72 % lemak tak jenuh, dan kandungan seratnya mencapai 7,4-24,6 %.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan subsistem agribisnis nilam di Desa Aladadio Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang yang
Secara umum proses budidaya jamur tiram putih meliputi 4 tahap yaitu. pembuatan biakan murni, biakan induk, bibit induk dan bibit produksi (Gunawan, 2000). Ke empat tahap tersebut tidak lepas dari teknologi kultur jaringan. Biakan. murni jamur tiram putih yang dikembangbiakkan secara generatif tidak dapat.
.