Tanganyang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah Yaitu orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasรปlullรขh Shallallahu 'alaihi wa sallam . Al-Yadus Suflรข (tangan yang dibawah) memiliki beberapa pengertian:

. Dalam sebuah hadits populer yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hanbal, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda ุงูŽู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณูู‘ูู’ู„ูŽู‰ โ€œTangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.โ€ Rasulullah dalam hadits lain menjelaskan, bahwa โ€œtangan di atasโ€ adalah orang yang bersedekah, dan โ€œtangan di bawahโ€ adalah orang yang menerima pemberian. Kemudian, kebanyakan orang menafsirkan bahwa โ€œorang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima.โ€ Muhammad Fethullah Gulen, seorang ulama asal Turki memiliki penafsiran yang berbeda tentang hadits ini. Dalam bukunya โ€œAn-Nur Al-Khalidโ€ yang diajarkan di masjid Al Azhar oleh Syekh Fathi Hijazi, beliau menjelaskan bahwa dalam hadits ini Rasulullah sama sekali tidak menyebutkan bahwa โ€œtangan di bawahโ€ adalah buruk. Hal ini mengisyaratkan bahwa โ€œtangan di bawahโ€ bukanlah sesuatu yang pasti buruk, melainkan hanya kurang baik. Allah selalu menciptakan sesuatu dengan seimbang. โ€œTangan di bawahโ€ adalah penyeimbang โ€œtangan di atas.โ€ Coba bayangkan jika dunia ini hanya dihuni oleh pemilik โ€œtangan di atasโ€, maka siapakah yang akan menerima sedekah. Ganjil bukan? Baca juga Kesalahan Memaknai Hadits โ€œSampaikanlah Dariku Walau Hanya Satu Ayatโ€ Apakah โ€œtangan di atasโ€ selalu lebih baik daripada โ€œtangan di bawahโ€? Dalam bahasa Arab, orang yang memberi disebut sebagai al-muโ€™thi, orang yang menerima disebut sebagai al-akhidz. Seandainya Rasulullah menggunakan kedua kata ini dengan maksud untuk menyebutkan apa yang dilakukan oleh โ€œtanganโ€, maka kalimat yang muncul akan berbunyi โ€œtangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima.โ€ Padahal di dalam hadits ini beliau hanya menggunakan kata โ€œdi atasโ€ dan โ€œdi bawahโ€. Maka bisa dipahami bahwa tidak selamanya tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Dalam beberapa kasus, โ€œtangan di bawahโ€ lebih baik daripada โ€œtangan di atasโ€. Contohnya adalah seseorang yang terpaksa menerima pemberian dari temannya, demi menjaga perasaan temannya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, meski โ€œtangan di atasโ€ lebih baik secara lahir, tapi sebenarnya โ€œtangan yang di bawahโ€ itulah yang berada di atas. Contoh lain adalah orang yang menerima bantuan untuk disalurkannya kembali kepada orang yang membutuhkan. Dalam kondisi seperti ini, โ€œtangan di bawahโ€ berbalik menjadi โ€œtangan di atasโ€. Seringkali ditemukan orang-orang miskin yang sabar dalam menghadapi ujian duniawi. Tubuh mereka lusuh dan tidak banyak pintu rejeki yang terbuka untuk mereka. Secara lahir orang-orang seperti ini adalah โ€œtangan di bawah.โ€ Namun Rasulullah mengomentari sisi lain mereka dengan bersabda โ€œSeandainya mereka bersumpah bermunajat atas nama Allah, maka pasti Allah akan mengabulkan munajat mereka.โ€ Contohnya adalah Sahabat Barraโ€™ bin Malik radhiyallahu anhu. Beliau termasuk golongan โ€œtangan di bawahโ€. Namun setiap kali kaum muslimin sedang menghadapi kesulitan dalam pertempuran, mereka selalu meminta Barraโ€™ untuk memintakan kemenangan kepada Allah, dan doanya selalu dikabulkan. Demikian pula halnya dengan sahabat Tsauban radhiyallahu anhu yang menjadi salah satu dari golongan โ€œtangan di bawahโ€. Rasulullah menasihati Tsauban agar tidak meminta-minta sesuatu kepada orang lain, meski terkadang ada saja manusia yang memberi sedekah kepada Tsauban, bahkan Malaikat Jibril pernah menyambar sebagai manusia untuk bersedekah kepadanya. Baca juga Memaknai Hakikat Rumah Tuhan yang Sering Terabaikan Tentu saja derajat orang-orang seperti Barraโ€™ dan Tsauban tidak mesti di bawah orang-orang yang suka berderma, karena dengan kesabaran dan ketawakkalan mereka, sedekah yang diterima seolah-oleh datang langsung dari Allah subhanahu wa taโ€™ala. Dari pemaparan di atas, Fethullah Gulen menyimpulkan bahwa tidak semua "tangan di atas" yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Adapun maksud dari hadits tersebut adalah bahwa Rasulullah berpesan kepada umat Islam supaya menjadi orang-orang yang terhormat dengan tidak meminta-minta kepada orang lain.

Tanganyang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah [HR Bukhari (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)]. Yaitu orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .

Soal Ulangan - sahabat soal ulangan pada kesempatan ini kita akan mengkaji tentang Larangan meminta-minta dan Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah, berikut selengkapnya. ุนูŽู†ู’ ุญูŽูƒููŠู…ู ุจู’ู†ู ุญูุฒูŽุงู…ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ ูˆูŽุงุจู’ุฏูŽุฃู’ ุจูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนููˆู„ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุนูŽู†ู’ ุธูŽู‡ู’ุฑู ุบูู†ู‹ู‰ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ูููู’ ูŠูุนููู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ู ูŠูุบู’ู†ูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูˆูู‡ูŽูŠู’ุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ู‡ูุดูŽุงู…ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุงDari Hakim bin Hizam radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata, "Tangan yang diatas lebih baik dari pada tangan yang di bawah, maka mulailah untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu dan shadaqah yang paling baik adalah dari orang yang sudah cukup untuk kebutuhan dirinya. Maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya, Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya".HR. BukhoriDalam hadis riwayat Bukhari dari Hakim bin Hizam, Rasulullah menjelaskan bahwa โ€œTangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawahโ€, maksudnya bahwa orang yang memberi lebih baik daripada yang menerima. Namun demikian bukan berarti jika kita diberi sesuatu oleh orang lain tidak boleh menerima. Jika ada orang yang memberi hadiah maka boleh diterima. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah Saw., ketika itu Rasulullah menegur sahabtnya, Umar bin Khaththab karena Umar tidak mau menerima pemberian Rasulullah Saw., maka Rasul pun menegurnya, sebagaimana sabdanya โ€œAmbillah pemberian ini! Harta yang datang kepadamu, sementara engkau tidak mengharapkan kedatangannya, dan juga tidak memintanya. Maka ambilah. Dan apaapa yang tidak diberikan kepadamu. maka jangan memperturutkan hawa nafsumu untuk memperolehnya.โ€ HR. Bukhari - Muslim. Dengan demikian jika ada yang memberi tidak dilarang untuk menerimanya, tetapi dilarang dilarang keras dalam syariโ€™at kecuali dalam keadaan sangat terpaksa. Rasulullah mengilustrasikan akibat meminta-minta bahwa โ€œSeseorang yang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.โ€ HR. Bukhari โ€“ Muslim. Ini menggambarkan bahwa meminta-minta tanpa ada kepentingan yang sangat mendesak adalah suatu kehinaan yang berakibat dosa. Dalam hadis yang lain Rasul pun bersabda โ€œBarangsiapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia seolah-olah memakan bara api.โ€ HR. Ahmad Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah juga menjelaskan bahwa menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah harus menjadi prioritas utama dibandingkan memberi nafkah orang lain. Maka mulailah berinfak dengan mencukupi kebutuhan diri sendiri lalu orang yang menjadi tanggungan kita. Berinfak untuk dirimu lebih baik daripada selainnya. Rasulullah dalam hadisnya bersabda โ€œMulailah dari dirimu, bersedekahlah untuknya, jika ada sisa, maka untuk keluargamuโ€. HR. Muslim. Dalam hadis yang lain Rasulullah Saw. bersabda โ€œ Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan seorang hamba budak, satu dinar yang engkau infakkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, maka yang lebih besar ganjarannya ialah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamuโ€. HR. MuslimSelain itu hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ini juga menjelaskan bahwa sedekah atau infak terbaik adalah setelah tercukupinya kebutuhan keluarga. Dan yang berhak mendapat nafkah lebih awal adalah keluarga terdekat dan orangorang yang menjadi tanggungan. Selanjutnya dalam hadis ini juga mengabarkan bahwa Allah akan memelihara orang yang memelihara dirinya iffah. Dan Allah akan mencukupkan orang yang mencukupkan kebutuhan dirinya qanaโ€™ah. Ini terlihat dalam kalimat โ€œMaka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya, Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya." Ini bukti bahwa orang yang ikhlas menerima ketentuan bahwa rezeki itu dari Allah, maka Allah akan senantiasa menjaga dan memelihara kesuciannya. Perilaku seperti demikian hanya akan lahir dari orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat. Maka berinfaklah, karena infak merupakan bukti dari keutamaan iman seseorang.
Sabdabeliau: "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta." ( 3) "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah Tabi'in kalangan biasa โ†บ Wafat tahun 117 Hijriah (ยฑ 735 Masehi) โ˜– Hidup di Madinah โš‘ Wafat di Madinah. ๏ปฟJAKARTA - Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan Hakim bin Hizam radhiyallahuanhu. "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya." Hadis di atas mengajarkan prinsip yang ideal bagi setiap Muslim, yakni hidup berkecukupan dan gemar bersedekah. Agama Islam mengajarkan sikap moderat, yakni agar umatnya tidak terlunta-lunta dalam kemiskinan dan tidak pula menumpuk-numpuk harta sehingga menjadi kikir. Prinsip ini juga membuat seorang Muslim yang memiliki harta mencapai nisab harus mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Di dalam Alquran, kewajiban untuk berzakat kerap disandingkan dengan shalat. Rasul SAW pun pernah mengutarakan tentang keutamaan orang salih yang kaya dan dermawan. Lewat hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh iri kecuali terhadap dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan, dan orang yang Allah beri karunia ilmu Alquran dan Sunnah, lalu ia menunaikan dan mengajarkannya" HR Bukhari dan Muslim. Jalan yang dipilih untuk menjadi sukses antara lain dengan berbisnis. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang pedagang yang berhasil. Dari 10 sahabat beliau yang dijamin masuk surga, sembilan di antaranya merupakan pengusaha sukses. Salah seorang di antara mereka itu adalah Abdurrahman bin Auf. Setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, ia sempat jatuh miskin. Sebab, ia lebih suka meninggalkan harta kekayaannya untuk bisa mengikuti Nabi SAW ke Madinah. Bagaimanapun, di Madinah ia mulai bangkit berkat kegigihannya berniaga. Mulanya, Rasul SAW mempersaudarakan Abdurrahman dengan Sa'ad ibnu ar-Rabi' al-Autsari, sosok kaya raya di Madinah. Saad berkata, "Hartaku separuhnya untukmu Abdurrahman dan aku akan berusaha menikahkan kamu dengan perempuan ansar." Mendengar itu, Abdurrahman menjawab, "Semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu. Tunjukkan saja, di mana tempat pasar perdagangan?" Selama di Madinah, Abdurrahman merintis perniagaan keju dan minyak samin. Tanpa waktu lama, usaha Abdurrahman maju pesat. Labanya kian meningkat. Oleh Rasulullah SAW, apa yang dilakukan Abdurrahman dijadikan contoh bagaimana seorang Muslim bangkit. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah dan tangan diatas adalah yang memberi sedangkan tangan dibawah adalah yang mengambil." (HR. Bukhari dan Muslim)๏ธ Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah menjelaskan yang dimaksud dengan tangan diatas dan dibawah. Maka kita tidak butuh lagi penjelasan selain dari penjelasan Nabi
Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam TANGAN YANG DI ATAS LEBIH BAIK DARIPADA TANGAN YANG DI BAWAH TANGAN YANG DI ATAS LEBIH BAIK DARIPADA TANGAN YANG DI BAWAH Jangan Tolak Pemberian Orang Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุงูŽู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah [HR Bukhari no. 1427 dan Muslim 124]. Yaitu orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Al-Yadus Sufla tangan yang dibawah memiliki beberapa pengertian Makna Pertama Artinya orang yang menerima, jadi maksudnya adalah orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima. Namun ini bukan berarti bahwa orang yang diberi tidak boleh menerima pemberian orang lain. Bila seseorang memberikan hadiah kepadanya, maka dia boleh menerimanya, seperti yang terjadi pada Shahabat yang mulia Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu ketika beliau Radhiyallahu anhu menolak pemberian dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya ุฎูุฐู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุฃู†ู’ุชูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูุดู’ุฑููู ูˆูŽู„ุงูŽ ุณูŽุงุฆูู„ูุŒ ููŽุฎูุฐู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽุงุŒ ููŽู„ุงูŽ ุชูุชู’ุจูุนู’ู‡ู ู†ูŽูู’ุณูŽูƒูŽ Ambillah pemberian ini! Harta yang datang kepadamu, sementara engkau tidak mengharapkan kedatangannya dan tidak juga memintanya, maka ambillah. Dan apa-apa yang tidak diberikan kepadamu, maka jangan memperturutkan hawa nafsumu untuk memperolehnya.โ€ [Muttafaq alaih HR. Al-Bukhari no. 1473 dan Muslim no. 1045 110]. Demikian juga jika ada yang memberikan sedekah dan infak kepada orang miskin dan orang itu berhak menerima, maka boleh ia menerimanya. Makna Kedua Yaitu orang yang minta-minta, sebagaimana dalam sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ุงูŽู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ุŒ ุงูŽู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ููู‚ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ ู‡ููŠูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ูŽุฉู Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan di atas yaitu orang yang memberi infak dan tangan di bawah yaitu orang yang minta-minta [Muttafaq alaih HR. Al-Bukhari no. 1429 dan Muslim no. 1033, dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma]. Makna yang kedua ini terlarang dalam syariโ€™at bila seseorang tidak sangat membutuhkan. Karena meminta-minta dalam syariโ€™at Islam tidak boleh, kecuali sangat terpaksa. Ada beberapa hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang melarang untuk meminta-minta, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ูฐ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ู…ูุฒู’ุนูŽุฉู ู„ูŽุญู’ู…ู Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada Hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya [Muttafaq alaih HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040 103]. Hadis ini merupakan ancaman keras yang menunjukkan bahwa meminta-minta kepada manusia tanpa ada kebutuhan itu hukumnya haram. Oleh karena itu, para Ulama mengatakan bahwa tidak halal bagi seseorang meminta sesuatu kepada manusia kecuali ketika darurat. Ancaman dalam hadis di atas diperuntukkan bagi orang yang meminta-minta kepada orang lain untuk memperkaya diri, bukan karena kebutuhan. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ููŽู‚ู’ุฑู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุฑูŽ Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api.โ€™ [Shahih HR. Ahmad IV/165, Ibnu Khuzaimah no. 2446, dan ath-Thabrani dalam al-Muโ€™jamul Kabรฎr IV/15, no. 3506-3508. Lihat Shahรฎh al-Jamiโ€™ish Shaghรฎr no. 6281, dari Hubsyi bin Junadah Radhiyallahu anhu]. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ุชูŽูƒูŽุซู‘ูุฑู‹ุง ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุฌูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ูู„ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุซูุฑู’ Barang siapa meminta harta kepada orang lain untuk memperkaya diri, maka sungguh, ia hanyalah meminta bara api. Maka silakan ia meminta sedikit atau banyak [Shahih HR. Muslim no. 1041, Ahmad II/231, Ibnu Majah no. 1838, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 10767, al-Baihaqi IV/196, Abu Yaโ€™la no. 6061, dan Ibnu Hibban no. 3384-at-Taโ€™lรฎqatul Hisan]. Adapun meminta-minta karena adanya kebutuhan yang sangat mendesak, maka boleh karena terpaksa. Allah Azza wa Jalla berfirman ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ูŽ ููŽู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‡ูŽุฑู’ Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya.โ€ [Adh-Dhuha/9310] Related Posts
Lihatlahhadits tentang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah dari hakim bin hizam radhiyallahu anhu bahwa nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda. "dari hakim bin hizam radhiyallahu 'anhu bahwa nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 1427) dan muslim no.1053 (124)]. Maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya Membuat dan menambahkan tanda tangan ke pesan Outlook untuk Microsoft 365 Outlook 2022 Outlook 2022 Outlook 2016 Outlook 2013 Outlook 2010 Outlook 2007 Lainnyaโ€ฆLebih sedikit Dalam Outlook, Anda bisa membuat satu atau beberapa tanda tangan yang dipersonalisasi untuk pesan email Anda. Tanda tangan Anda bisa menyertakan teks, gambar, kartu nama elektronik, logo, atau bahkan gambar tanda tangan tulisan tangan Anda. Anda bisa Outlook agar tanda tangan secara otomatis ditambahkan ke semua pesan keluar atau membuat tanda tangan dan menambahkannya ke pesan secara kasus demi kasus. Membuat tanda tangan dan memilih kapan Outlook menambahkan tanda tangan ke pesan Anda PentingJika memiliki akun Microsoft Microsoft 365 , dan menggunakan Outlook dan Outlook di web atau Outlook di web untuk bisnis, Anda perlu membuat tanda tangan di kedua produk tersebut. Untuk membuat dan menggunakan tanda tangan email Outlook di web, lihat Membuat dan menambahkan tanda tangan email di Outlook di web. Jika ingin melihat caranya, silakan tonton video di bawah ini. Buka pesan email baru. Pada menu Pesan, pilih Tanda tangan > Tanda Tangan. Bergantung pada ukuran jendela Outlook Anda dan apakah Anda sedang membuat pesan email baru atau membalas atau meneruskan, menu Pesan dan tombol Tanda Tangan mungkin berada di dua lokasi yang berbeda. Di bawah Pilih tanda tangan untuk diedit ,pilih Baru , dan dalam kotak dialog Tanda Tangan Baru, ketik nama untuk tanda tangan tersebut. Di bawah Edit tandatangan , buat tanda tangan Anda. Anda bisa mengubah font, warna font, dan ukuran, serta perataan teks. Jika Anda ingin membuat tanda tangan yang lebih kokoh dengan poin, tabel, atau batas, gunakan Word untuk memformat teks Anda, lalu salin dan tempelkan tanda tangan ke dalam kotak Edit tanda tangan. Anda juga dapat menggunakan salah satu templat kami yang telah didesain sebelumnya untuk tanda tangan. Unduh templat di Word, kustomisasi templat dengan informasi pribadi Anda, lalu salin dan tempelkan ke dalam kotak Edit tanda tangan. Catatan Anda dapat menambahkan tautan dan gambar ke tanda tangan email, mengubah font dan warna, serta membenarkan teks menggunakan bilah pemformatan mini di bawah Edit tanda tangan. Anda juga bisa menambahkan ikon dan link media sosial dalam tanda tangan Anda atau mengkustomisasi salah satu temlates kami yang telah didesain sebelumnya. Untuk informasi selengkapnya, lihat Membuat tanda tangan dari templat. Untuk menambahkan gambar ke tanda tangan, lihat Menambahkan logo atau gambar ke tanda tangan Anda. Di bawah Pilih tanda tangan default, atur opsi berikut ini untuk tanda tangan Anda Dalam kotak menurun Akun email, pilih akun email untuk dikaitkan dengan tanda tangan. Anda dapat memiliki tanda tangan berbeda untuk setiap akun email. Jika Anda ingin tanda tangan Anda ditambahkan ke semua pesan baru secara default, dalam kotak turun bawah Pesan baru, pilih salah satu tanda tangan Anda. Jika Anda tidak ingin menambahkan tanda tangan ke pesan baru secara otomatis, pilih tidak ada. Ini tidak menambahkan tanda tangan ke setiap pesan yang Anda balas atau teruskan. Agar tanda tangan ditampilkan dalam pesan yang dibalas dan diteruskan, dalam menu menurun Balasan/terusan, pilih salah satu tanda tangan Anda. Jika tidak, terima opsi default tidak ada. Pilih OK untuk menyimpan tanda tangan baru dan kembali ke pesan Anda. Outlook tidak menambahkan tanda tangan baru ke pesan yang dibuka dalam Langkah 1, bahkan jika memilih untuk menerapkan tanda tangan ke semua pesan baru. Anda harus menambahkan tanda tangan secara manual ke pesan satu ini. Semua pesan berikutnya akan ditambahkan tanda tangan secara otomatis. Untuk menambahkan tanda tangan secara manual, pilih Tanda Tangan dari menu Pesan lalu pilih tanda tangan yang baru dibuat. Menambahkan logo atau gambar ke tanda tangan Anda Jika Anda memiliki logo perusahaan atau gambar untuk ditambahkan ke tanda tangan, gunakan langkah-langkah berikut ini. Buka pesan baru lalu pilih Tanda tangan > Tanda Tangan. Dalam kotak Pilih tanda tangan untuk diedit, pilih tanda tangan yang ingin Anda tambahkan logo atau gambarnya. Pilih ikon Gambar , temukan file gambar Anda, dan pilih Sisipkan. Untuk mengubah ukuran gambar, klik kanan gambar, lalu pilih Gambar. Pilih tab Ukuran dan gunakan opsi untuk mengubah ukuran gambar Anda. Untuk mempertahankan proporsi gambar, pastikan untuk tetap mencentang kotak Kunci rasio aspek. Bila sudah selesai, pilih OK, lalu pilih lagi OK untuk menyimpan perubahan pada tanda tangan Anda. Menyisipkan tanda tangan secara manual Jika Anda tidak memilih menyisipkan tanda tangan untuk semua pesan atau balasan dan pesan diteruskan baru, tanda tangan masih dapat disisipkan secara manual. Dalam pesan email Anda, pada tab Pesan, pilih Tanda Tangan. Pilih tanda tangan Anda dari menu fly-out yang muncul. Jika Anda memiliki lebih dari satu tanda tangan, Anda bisa memilih salah satu tanda tangan yang dibuat. Lihat cara melakukannya Atas halaman Membuat tanda tangan Buka pesan baru. Di tab Pesan, dalam grup Sertakan, klik Tanda Tangan, lalu klik Tanda Tangan. Pada tab Tanda Tangan Email, klik Baru. Ketik nama untuk tanda tangan, lalu klik OK. Di kotak Edit tanda tangan, ketik teks yang ingin Anda sertakan di tanda tangan. Untuk memformat teks, pilih teks, lalu gunakan tombol gaya dan pemformatan untuk memilih opsi yang Anda inginkan. Untuk menambahkan elemen di samping teks, klik di tempat yang Anda inginkan untuk memunculkan elemen tersebut, lalu lakukan salah satu hal berikut Opsi Cara Untuk menambahkan kartu nama elektronik Klik Kartu Nama, lalu klik suatu kontak dalam daftar Diarsipkan Sebagai. Klik OK Untuk menambahkan hyperlink Klik Sisipkan Hyperlink,ketikkan informasi atau telusuri hyperlink, klik untuk memilihnya, lalu klik OK Untuk menambahkan gambar Klik Gambar, telusuri gambar, klik untuk memilihnya, lalu klik OK. Format file umum untuk gambar mencakup .bmp, .gif, .jpg, dan .png. Untuk menyelesaikan pembuatan tanda tangan, klik OK. Catatan Tanda tangan yang baru Anda buat atau ubah tidak akan muncul dalam pesan yang terbuka; tanda tangan harus disisipkan ke dalam pesan. Menambahkan tanda tangan ke pesan Tanda tangan dapat ditambahkan secara otomatis ke semua pesan keluar, atau Anda dapat memilih pesan tertentu yang disertai dengan tanda tangan. Catatan Setiap pesan hanya dapat berisi satu tanda tangan. Menyisipkan tanda tangan secara otomatis Pada tab Pesan, dalam grup Sertakan, klik Tanda tangan, lalu klik Tanda tangan. Di bawah Pilih tanda tangan default, dalam daftar Akun email, klik akun email yang ingin Anda kaitkan dengan tanda tangan. Di daftar Pesan baru, pilih tanda tangan yang ingin Anda sertakan. Jika Anda menginginkan tanda tangan disertakan saat Anda membalas atau meneruskan pesan, di daftar Balas/teruskan, pilih tanda tangan. Jika tidak, klik tidak ada. Menyisipkan tanda tangan secara manual Di pesan baru, di tab Pesan, di grup Sertakan, klik Tanda tangan, lalu klik tanda tangan yang Anda inginkan. Tips Untuk menghapus tanda tangan dari pesan yang terbuka, pilih tanda tangan dalam isi pesan, lalu tekan DELETE. Lihat juga Mengustomisasi pesan email Anda Umpan balik untuk membuat tanda Outlook tangan Memiliki umpan balik tentang membuat atau menggunakan tanda Outlook tangan? Kami ingin mengetahuinya. Terutama, jika Anda kesulitan menemukan menu Tanda Tangan, kami ingin mengetahui tempat yang Anda harapkan untuk menemukan opsi untuk membuat tanda tangan. Tim Outlook pemrograman dan tim Outlook akan mendengarkan umpan balik Anda. Klik Ya atau Tidak di bagian bawah layar di samping Apakah informasi ini membantu? lalu tinggalkan komentar dan saran untuk menyempurnakan Outlook tanda tangan Anda. Beri tahu kami versi tanda Outlook yang saat ini Anda gunakan serta mengapa Anda mencari bantuan untuk membuat tanda tangan. Kami akan memperbarui dokumentasi ini secara teratur untuk menjawab sebanyak mungkin umpan balik Anda. Perlu bantuan lainnya?
tangandiatas lebih baik daripada tangan dibawah. 111 likes. Community
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "lebih baik tangan diatas atau lebih baik tangan dibawah" pasti kalian tidak asing dengan kata-ini, jika kalian nalarkan lebih baik tangan di atas bukan ?kalian pasti kalian sudah mengetahui arti dari kalimat diatas, lebih baik memberi dari pada meminta. hal ini bukan hal sepele yang ada di sekitar kehidupan kita melainkan hal ini sudah luas dilingkungan sekitar kita. mungkin kita pernah mengharapkan traktiran dari temen kita itung-itung irit uang lah, hal ini lumrah di sekitar kita tak merasa menggeli ditelinga kita. tapi apa kalian tidak risih dengan pengemis yang ada disekitar kita, tetapi tidak jika kita baru tau sekali pasti yang ada dibenak kita rasa kasihan dan rasa ingin memberi, tapi ketika ada duakalintiga kali dengan keadaan yang sama pasti kita merasa tidak enak memandangnya apa lagi dizaman sekarang ini banyak para pengemis gadungan yang menjadikan pengemis adalah pekerjaan pokoknya samapai dia kaya raya dari hasil mengemis, apa yang ada dalam fikiran mereka ? hanya duduk diam menunggu orang melintas dan mendapatkan imbalan tanpa harus memberi jasa dimana-mana enak saja seperti itu, mungkin jika ada cabang pekerjaan dari mengemis akan sangat banyak peminatnya. kadang kalian merasa risih atau bagaimana terhadap para pengemis tersebut ?apa merasa kasihan terhadap penampilan dan rintihan minta tolongnya apa tidak suka atas terkadang setiap orang tertuntut dari ekonominya atau kurangnya lapangan kerja bagi mereka atau juga kurangnya lapangan kerja bagi mereka yang berpendidikan rendah. dilihat dari faktor ini kasihan melihat mereka tetapi dalam pemikiran saya kenapa mereka tak berusaha lebih dalam mencari nafkah toh banyak yang senasib seperti mereka tetapi sangat bersemangat bekerja tanpa harus menadahkan tangannyabkesetiap orang. kenapa para pengemis gadungan berfikir bahwa pengemis itu pekerjaan yang mudah praktis dan tidak bertenaga apa mereka tidak berfikir mereka akan bersenang-senang dengan hasil nelaskasihan orang, berbicara moral mereka bertindak dengan moral yang mana. bersosialisasi terhadap manusia lain dengan tindakan yang tidak mereka sebagai pengemis tidak memiliki jiwa semangat kerja, bekerja keras tawakal dan berdoa apapun hasilnya yang penting kita sudah berusaha. apakah pengemis itu berfikir yang penting aku enak dan mendapat untung banyak, hal seperti ini kan bukan sepatutnya. lantas bagaimana seharusnya membuat mereka memiliki semangat kerja yang tinggi atau dengan bersosialisasi rasanya sulit untuk mendengarkan bagi mereka, atau yang berfikir acuh ta acuh terhadap prihal seperti ini dan nerprinsip yang penting aku bahagia, apa kalian tidak merasa kaget dan terkejut terhadap para pengemis yang bagi wilayah untuk pendapatan mereka hal ini sangat tidak wajar bukan, kitanya niat ikhlas bersodakoh jadi buyar mendengar ada berita seperti itu. jadi bukannya kita enggan bershodakoh atau enggan membantu lebih baik kita mensodakohkannya ke masjid dari pada nantinya kita merasa tidak ikhlas setelah mengetahui sandiwara mereka lebih baik seperti itu dari pada niat ikhlas kita kita tidak boleh suuzan tetapi jika memang mereka para pengemis yang mangkal sudah sebulan lebih atau berbulan-bulan dengan keadaan kaki luka nggk sembuh-sembuh apa itu bukan sandiwara, sudah jelas buakan jadi lebih baik niat ikhlas kita disodakohkan ke masjid atau langsungbtertuju kepada orangnya yang langsung bersangkutan dan kita mengetahui kebenarannya. bukan niat pilih-pilih tapi biar niat ikhlas kita terjaga. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Bukannyatangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah. sebagaimana al hadits mengatakan bahwa "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya". memberi adalah salah satu jalan untuk membersihkan diri kita dari penyakit hati seperti merasa lebih terhormat dari orang lain. dan banyak memberi akan banyak mengundang rezeki.
Khutbah Iุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ุฐูŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณู‘ู„ุงูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽู†ูŽุง ุจูุดูŽุฑููŠู’ุนูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุงู„ูƒูŽุฑูŠู…ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒ ู„ูŽู‡ุŒ ุฐููˆ ุงู’ู„ุฌูŽู„ุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูƒู’ุฑุงู…ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณูˆู„ูู‡ุŒ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุง ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุฃุตู’ุญุงุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนูŠู†ูŽ ุจูุฅุญู’ุณุงู†ู ุฅู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ุŒ ุฃู…ุง ุจุนุฏ ููŠุงูŠู‡ุง ุงู„ุฅุฎูˆุงู†ุŒ ุฃูˆุตูŠูƒู… ูˆ ู†ูุณูŠ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุทุงุนุชู‡ ู„ุนู„ูƒู… ุชูู„ุญูˆู†ุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…ุŒ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ุงู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุงุŒ ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูŠูŽุง ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุงู„ู„ู‡Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasululllah SAW bersabdaุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ Artinya โ€œTangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.โ€Apa yang dimaksud dengan โ€œtangan di atasโ€ adalah orang yang memberi, sedangkan โ€œtangan di bawahโ€ adalah orang yang menerima atau meminta. Hadits ini sangat terkenal sehingga banyak orang pernah mendengar hadits tersebut berikut penjelasannya. Banyak orang mengutip hadits itu untuk menasihati agar kita menjauhi perbuatan meminta-minta; sekaligus untuk mendorong agar kita lebih suka memberi dari pada meminta karena yang memberi akan menjadi pihak yang lebih baik dari pada yang diberi. Singkatnya, hadits ini menegaskan bahwa memberi itu lebih baik dari pada meminta. Atau, bahwa meminta itu tidak baik. Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Apa yang selama ini kita pahami tentang memberi dan meminta biasanya dikaitkan dengan barang atau hal-hal yang bersifat kebendaan. Para pengemis atau orang-orang miskin sering dimasukkan ke dalam kelompok peminta sehingga masyarakat seringkali memandang mereka dengan rendah. Sebaliknya, mereka orang-orang yang berkecukupan atau orang-orang kaya biasanya dimasukkan ke dalam kelompok pemberi atau dermawan sehingga masyarakat memandang mereka dengan penuh Jumโ€™ah rahimakumullah,Lewat khutbah kali ini, khatib ingin mengajukan sebuah pertanyaan, apakah betul bahwa hadits tersebut semata-mata berkaitan dengan pinta-meminta atau beri-memberi dalam hubungannya dengan barang atau kebendaan saja?Hadits itu tidak semata-mata berkaitan dengan barang atau kebendaan seperti itu sebab peminta itu sebenarnya dapat dibagi menjadi 2 dua macam yakni peminta barang dan peminta jasa. Baik peminta barang maupun peminta jasa sama-sama tidak baik dalam pandangan Islam berdasarkan hadits di atas, yakniุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ Artinya โ€œTangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.โ€Lalu pertanyaannya, siapakah orang-orang yang suka meminta jasa? Atau dengan kata lain siapa kelompok orang yang suka minta dilayani? Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Jika orang-orang miskin atau orang-orang dari kalangan bawah sering dianggap sebagai orang yang suka meminta barang seperti uang, makanan, pakaian dan sebagainya, maka orang-orang mapan atau orang-orang kuat cenderung suka meminta dilayani. Artinya mereka adalah pihak yang suka meminta jasa orang lain. Mereka suka memerintah, atau dengan bahasa yang sangat santun, mereka suka meminta tolong, seperti minta diambilkan ini dan itu, atau minta dibuatkan ini dan itu. Atau minta diangkatkan barang ini dan barang itu; dan kemudian, bagaimana dengan Rasulullah SAW? Apakah beliau suka meminta jasa orang lain dengan minta dilayani ini dan itu?Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Rasulullah SAW adalah seorang tokoh yang sangat dihormati. Ketika beliau memerintah atau meminta tolong seseorang, tidak ada yang menolak. Bukan karena mereka takut, tapi karena saking hormatnya kepada beliau. Namun demikian beliau lebih suka melayani diri sendiri sebagaimana diceritakan oleh istri beliau, Aisyah, yang diriwayatkan Ahmadุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฃู†ู‡ุง ุณูุฆู„ุช ู…ุง ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุนู…ู„ ููŠ ุจูŠุชู‡ุŒ ู‚ุงู„ุช "ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎููŠุทู ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุตููู ู†ูŽุนู’ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู ูููŠ ุจููŠููˆุชูู‡ูู…ู’"Artinya โ€Dari Aisyah RA, beliau ditanya apa yang dikerjakan Rasulullah SAW di rumah? Aisyah menjawab Rasulullah menjahit pekaiannya sendiri, mengesol sandalnya sendiri, dan melalukan apa yang biasa dilakukan laki-laki pada umumnya di rumah mereka.โ€Hadits di atas menunjukkan bahwa meskipun Rasulullah SAW adalah orang yang sangat mulia โ€“ bahkan paling mulia di dunia ini - baik di mata Allah maupun di mata manusia, beliau tidak segan-segan melakukan pekerjaan rumah tangga. Beliau tidak berpikir pekerjaan-pekerjaan seperti menjahit pakaian, mengesol sandal dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya akan menurunkan kemuliaan beliau sebagai seorang nabi dan rasul. Tentu saja tidak sebab hanya perbuatan maksiat saja yang akan menurunkan kemuliaan seseorang. Pertanyaan berikutnya adalah kenapa Rasulullah SAW lebih suka melayani diri sendiri dari pada minta tolong kepada orang lain? Jawaban dari pertanyaan ini adalah karena tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah sebagai mana hadits di atas. Hadits tersebut sesungguhnya tidak saja berkaitan dengan hal-hal yang bersifat barang atau kebendaan tetapi juga hal-hal yang bersifat jasa. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW lebih suka melayani diri sendiri dari pada dilayani. Hal ini juga dibuktikan dengan suatu peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW tidak bersedia menerima tawaran jasa dari Abu Hurairah. Saat itu Abu Hurairah bermaksud membawakan barang milik Rasululullah SAW yang baru saja beliau beli di pasar. Kepada Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengatakan ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุกู ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุดูŽูŠู’ุฆูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ูŽู‡ูArtinya "Pemilik sesuatu barang lebih berhak pantas membawa barang miliknya. "Ketidak bersediaan Rasulullah SAW untuk dilayani Abu Hurairah tersebut menunjukkan bahwa beliau tidak suka merepotkan orang lain sementara beliau masih mampu melakukannya sendiri. Hal ini sekaligus merupakan bukti bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat tawadhuโ€™. Jadi memang kesediaan seseorang untuk melayani diri sendiri tidak lepas dari sikap tawadhuโ€™ yang ada pada orang tersebut. Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Memperhatikan apa yang dipraktikkan Rasullah SAW dalam kehidupan sehari-hari seperti tersebut di atas, marilah kita mencoba mengikuti jejak beliau dengan berusaha semampu kita untuk melayani diri sendiri. Semua jerih payah yang kita lakukan yang didasarkan pada niat untuk tidak merepotkan orang lain pasti akan dicatat sebagai amal ibadah kita masing-masing. Tidak hanya itu, tetes-tetes keringat yang disebabkan karena melakukan aktifitas fisik sesungguhnya memiliki dampak positif bagi kesehatan kita sendiri. Apalagi di jaman sekarang banyak orang mengalami berbagai macam penyakit disebabkan karena kurangnya gerak fisik sebagai akibat dari majunya teknologi yang serba memanjakan manusia. Selain itu, berbagai macam penyakit tersebut juga disebabkan banyak orang mulai tidak suka melakukan kegiatan-kegiatan fisik dan kemudian lebih memilih menyerahkannya ke orang lain. Maka porsi kegiatan fisik menjadi kurang memadai. Untuk itu, marilah dengan prinsip tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah, kita lakukan sendiri hal-hal yang memang bisa kita lakukan sendiri tanpa meminta jasa orang lain. Tentu saja, dalam hal ini kita harus bisa membedakan antara meminta jasa dengan membeli jasa orang lain. Membeli jasa berarti kita memberi pekerjaan kepada orang lain, dan oleh karena itu kita harus membayar atau menyediakan gaji. Sudah pasti hal ini sangat mulia. Tetapi jika hanya meminta jasa, sudah pasti ini hanya merepotkan orang lain karena sama saja dengan meminta keringat orang lain. Rasulullah SAW tidak suka meminta baik berupa barang maupun jasa. Sidang Jumโ€™ah rahimakumullah,Mudah-mudahan uraian singkat ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi diri saya sendiri, dan umumnya kepada jamaโ€™ah shalat Jumโ€™at sekalian. Amin ya rabbal ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูŠู‘ูŽุงูƒู… ู…ูู†ูŽ ุงู„ููŽุงุฆูุฒููŠู† ุงู„ุขู…ูู†ููŠู†ุŒ ูˆูŽุฃุฏู’ุฎูŽู„ูŽู†ูŽุง ูˆุฅููŠู‘ูŽุงูƒู… ูููŠ ุฒูู…ู’ุฑูŽุฉู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…ุŒ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ุจุงูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูƒู…ู’ ูููŠ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ุงูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุขูŠุงุชู ูˆุฐููƒู’ุฑู ุงู„ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ุฅู†ู‘ู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆู‘ุงุฏูŒ ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŒ ู…ูŽู„ููƒูŒ ุจูŽุฑู‘ูŒ ุฑูŽุคููˆู’ููŒ ุฑูŽุญููŠู’ู…ูŒKhutbah IIุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุฅู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุงุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta
Bukhari(no. 1427) dan Muslim (no. 1034). 1. Penjelasan mengenai beberapa macam tangan. Yang terbaik adalah tangan yang memberi dan berinfaq di jalan Allah. Kemudian tangan yang memberi dengan tidak menyebut-nyebut pemberian dan tidak pula menyakiti orang yang diberi. Kemudian tangan yang menahan diri untuk tidak menerima.

Ekonomi Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp. Tangan Diatas Lebih Baik Dari Tangan Dibawah. Dalam soal kefakiran dan kekayaan kaum Sufi sepakat menyatakan bahwa kefakiran jika disertai sifat redha itu lebih afdhal dari kekayaan, sebab itulah ia menjadi pilihan Baginda Sidnan Nabi Muhammad SAW dan ini jugalah yang dianjurkan oleh Malaikat Jibril

.
  • zkx5ksyncn.pages.dev/883
  • zkx5ksyncn.pages.dev/73
  • zkx5ksyncn.pages.dev/507
  • zkx5ksyncn.pages.dev/526
  • zkx5ksyncn.pages.dev/105
  • zkx5ksyncn.pages.dev/233
  • zkx5ksyncn.pages.dev/661
  • zkx5ksyncn.pages.dev/420
  • zkx5ksyncn.pages.dev/763
  • zkx5ksyncn.pages.dev/156
  • zkx5ksyncn.pages.dev/97
  • zkx5ksyncn.pages.dev/91
  • zkx5ksyncn.pages.dev/742
  • zkx5ksyncn.pages.dev/36
  • zkx5ksyncn.pages.dev/289
  • gambar tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah