Banyak hal perkara di dunia ini tidak mempunyai kepastian, tetapi Injil Kerajaan Allah adalah kepastian bagi manusia menuju kehidupan di masa yang akan datang. Biarlah kita menjadi pembawa pesan penting ini bagi semua orang, serta hidup menjadi saksi Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita. Haleluya!!
Biarlah mereka [sebagai allah-allah] membawa saksi-saksinya, supaya mereka [sebagai allah-allah] nyata benar; biarlah orang [orang-orang dari bangsa-bangsa] mendengarnya dan berkata: 'Benar demikian!'". ( Yesaya 43:9) Jadi Yehuwa menantang semua allah yang disembah orang untuk membuktikan bahwa mereka adalah allah.
1 Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. (Q.S. Al-'Ankabuut : 52) 2
Kisah Para Rasul 1:8-14 Tujuan Pengajaran Para murid akan merasa bahwa mereka sebagai bagian dari umat Allah, bila menjadi saksi-saksi yang berharga bagi Kristus, sesuai dengan kemampuan mereka. Latar Belakang Injil merupakan Kabar Baik yaitu melalui iman kepada Yesus Kristus, manusia dapat diselamatkan dari dosa.Injil-Nya adalah "kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya" . Justru karena Ethel sudah tua, para mahasiswa keturunan Tionghoa itu mendengarkannya dengan rasa hormat dan penghargaan. Ketika ia meninggal, sekitar 70 orang keturunan Tionghoa yang sudah menjadi orang percaya berkumpul di upacara pemakamannya.
Sebagai pengikut Kristus, kita diutus untuk memberikan kesaksian tentang kasihNya, kebenaranNya, dan kuasaNya dalam kehidupan kita. Kita sebagai saksi Kristus memiliki kesempatan untuk menjadi saluran berkat dan menyebarkan kabar baik tentang Kristus kepada lingkungan sekitar kita dan seluruh dunia.
Dalam kitab Wahyu dua saksi ini menjadi saksi Allah tentang kebenaran akhir jaman. Hanya saja menjadi persoalan, apakah dua saksi Allah ini sudah ada, sedang, atau akan datang. Menelusuri ini menjadi menarik, namun tidak bisa semaunya. Oleh karena itu, biarlah Alkitab yang menjelaskannya. Menilik pentarikhan kitab Wahyu ditulis sekitarKekuatan untuk menjadi saksi datang dari Allah, dan kemuliaan harus diberikan kepada Allah. Memberikan kesaksian kepada orang lain adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan untuk menyebarkan Injil—atau kabar baik tentang Allah--jadi Anda harus tetap fokus pada alasan ini. .