Kolose3:15 (TB) Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Tidak ada yang namanya orang Kristen super, tidak ada hamba Tuhan yang jago, mereka adalah orang berdosa. Tidak ada yang namanya jemaat yang hebat, hanya karena ia merasa bahwa ia lebihApa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolosé 3. 1 PEA kapau leva na‘e kaungā fokotu‘u kimoutolu mo Kalaisi, pea mou ngāue ki he ngaahi me‘a ‘o ‘olunga, ‘a e potu ‘oku ‘i ai ‘a Kalaisi, he‘ene ‘Afio mei he to‘omata‘u ‘o e ‘Otua. 2 Ke hu‘u ho‘omou tokanga ki he ngaahi me‘a ‘o ‘olunga, ‘o ‘ikai ki he ngaahi me‘a ‘oku ‘i māmani; 3
Renungan 17 Apr 2022 Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Renungan Harian Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Ada tukang ledeng yang direkrut pimpinan Mercedes Benz untuk bekerja di perusahaannya, sebut saja Mr. Benz. Si bos terkesan dengan pelayanan dan cara bicara tukang ledeng tersebut saat Mr. Benz menggunakan jasanya untuk membereskan kran di rumahnya yang rusak. Cara kerjanya, yang menggunakan hati, mengantarkan tukang ledeng itu menjadi General Manager di Mercedez Benz. Kerjakan Seperti untuk Tuhan Dari tukang menjadi general manager merupakan lesatan karir yang luar biasa, yang tak semua orang bisa alami tetapi sebenarnya bisa dialami setiap pekerja. Belajar dari tukang ledeng tersebut ternyata kunci kesuksesan tidak ditentukan latar belakang pendidikan semata atau seberapa kayanya orangtua kita tetapi karakter kita dalam bekerja sangat mempengaruhi karir diri sendiri. Karakter yang dimaksud adalah bekerja dengan hati. Orang yang demikian pasti hasilnya jauh lebih baik dibanding orang yang bekerja tidak dengan hati. Tanda orang yang bekerja dengan hati, ia akan bekerja sebaik-baiknya dan yang terbaik dari yang ia bisa lakukan, baik ada atasan atau tidak. Inilah yang dimaksud dengan pesan Paulus pada nats. Sebagai pekerja atau pengusaha, hal utama yang harus kita sadari bahwa pertanggungjawaban terbesar kita atas pekerjaan bukan pada manusia melainkan pada Tuhan. Jadi, bekerjalah dengan memberi yang terbaik karena Tuhan adalah Bos kita. Jangan bekerja semata demi materi atau ambisi akan sesuatu, karena itu justru akan menghancurkan diri sendiri. Percayalah saat kita bekerja sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik, Dia pasti akan memberkati kita dengan berkat terbaik-Nya. ysTB (1974) ©. SABDAweb Kol 3:21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu 1 , supaya jangan tawar hatinya.. AYT (2018): Bapak-bapak, jangan memicu kemarahan anak-anakmu supaya mereka tidak menjadi patah semangat.
Post View 19,598 Perbuatan untuk Tuhan Oleh Pdt. Nathanael Channing Kolose 323-25 Tidak ada motivasi yang kuat, teguh, memberi arahan dan tuntunan ke jalan yang benar, dan terus memberi semangat juang yang gigih seperti motivasi yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Kolose, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” Kolose 323. Paulus menempatkan dirinya sebagai orang yang benar-benar sudah dibeli oleh Kristus dengan harga yang mahal dan sudah lunas dibayar dengan darah Kristus. Oleh karena itu, ia dapat mengatakan bahwa hidupnya kini tak lagi untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Kristus yang tinggal di dalam dirinya. Dalam nasihatnya, ia mengatakan bahwa apa pun yang kita lakukan harus kita lakukan dengan segenap hati dan bukan untuk orang lain atau untuk diri sendiri, melainkan untuk Tuhan. Itulah konsep dasar Paulus di dalam melayani Tuhan, bahkan di dalam menjalani seluruh hidupnya. Ia menyadari bahwa hidup ini adalah dari Tuhan dan untuk Tuhan! Tanggung jawab hidup pada akhirnya bukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan yang telah menebusnya. Demikian pula dengan kita. Apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Pages 1 2 3 Persiapan Khotbah MingguKhotbah KristenKhotbah Minggu Kristenrenungan kristen anak muda,renungan kristen akhir zaman,renungan kristen akulah jalan kebenaran Menurut penelitian, jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah pacul ke tanah sama besarnya dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah tongkat golf. Namun, seorang pegolf akan merasa lelah jika harus mengayun pacul di sawah. Sebaliknya, seorang petani, pasti merasa sia-sia harus mengayunkan tongkat golf berjam-jam hanya untuk memukul sebuah bola putih yang kecil itu. Ketika kita melakukan sesuatu, yang mengambil peranan penting bukanlah sekedar tenaga yang kita keluarkan atau kewajiban yang kita kerjakan. Yang berperan penting adalah Hati. Motivasi yang lahir dari hati untuk melakukan pekerjaan kita. Itulah yang membuat apa yang kita kerjakan menjadi punya makna. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kolo 323. Nasihat ini Paulus sampaikan dalam konteks hubungan antar anggota - anggota keluarga khususnya antara tuan dan hamba. Para hamba mesti bekerja bukan dengan setengah hati tetapi dengan sepenuh hati. Bukan untuk si tuan yang manusia tetapi untuk Tuhan. Bekerja seperti untuk Tuhan akan mendorong motivasi yang lahir dari hati untuk bekerja dengan sungguh - sungguh. Motivasi yang lahir dari hati akan menunjukan apakah kita bekerja dengan sepenuh hati atau setengah hati atau dengan terpaksa? Jika kita mengerjakan sesuatu dengan melibatkan hati atau dengan sepenuh hati maka pekerjaan terasa menyenangkan dan membawa sukacita bagi orang – orang di sekitar kita. Meskipun yang kita lakukan adalah sebuah pekerjaan yang biasa saja di mata orang lain. Tapi kitalah yang memberi nilai tinggi dan memberi manfaat besar bagi pekerjaan itu. Bekerja dengan sepenuh hati merupakan sebuah pilihan. Masing-masing kita memiliki kebebasan untuk memilih mau bekerja dengan sepenuh hati atau tidak? Sebagai contoh; Bapak/Ibu yang bekerja di dunia perbankan mempunyai pilihan apakah Bapak/Ibu mau melayani semua nasabah dengan senyuman ataukah senyuman hanya untuk orang – orang tertentu saja. Apakah Bapak/Ibu mau bekerja dengan jujur ataukah tidak? Bapak/Ibu yang bekerja sebagai tenaga medis juga mempunyai pilihan apakah melayani pasien dengan sentuhan kasih ataukah dengan wajah cemberut? Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Setiap hari bekerja di ladang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa dan putus asa “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.” Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.” Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.” Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”. Pemuda itu akhirnya tersadar. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan penuh semangat agar memberi bermanfaat bagi makhluk lain”. Bekerjalah dengan cinta! Bekerjalah dengan sepenuh hati. Dan, ketahuilah, pekerjaan-dengan cinta itu makin mendalam maknanya karena cinta Tuhan kepada kita dan cinta kita kepada Allah–yang terwujud dalam pelayanan kita kepada sesama dan relasi kita dengan semua orang. Kerjakan tugasmu dengan giat; dengan hati dan dalam kuasa Roh Kudus. Jangan sekedar mengerjakan apa yang kau senangi, namun senangilah apa yang harus kaukerjakan. Seorang penebang kayu selalu mengasah kapaknya, seorang pemburu mengencangkan busurnya dan penulis meraut pensilnya. Marilah membaharui peralatan kerja kita karena tidak banyak pohon yang dapat ditebang dengan kapak yang tumpul, tidak banyak buruan yang bisa diperoleh dengan busur yang renta dan tidak ada sepatah kata yang bisa ditulis dengan pensil yang patah. Asahlah motivasi dari hati. Bekerjalah dengan cinta. HAPPY MONDAY!! Tuhan memberkati. _WarOpen, 1803’19_Teks -- Kolose 2:16-23 (TB) Tampilkan Strong. Konteks. Carilah perkara yang di atas. 2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. 2:18 Janganlah kamu
Tudo o que fizerem, façam de todo o coração, como para o Senhor, e não para os homens,Colossenses 323 Roma 3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa i dan telah kehilangan kemuliaan Allah, sebab semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. Karena semua orang sudah berbuat dosa dan tidak layak menikmati kemuliaan Allah. . Renungan Kolose 3 23 Iman Kecil Renungan Kolose 3 23 Iman Kecil. Ketika saya masih kecil, saya suka bernyanyi di depan jemaat Gereja. Saya selalu membayangkan Yesus duduk di kursi paling depan untuk melihat saya bernyanyi. Dengan cara ini saya merasa tidak terlalu gugup karena yang saya pikirkan hanyalah membuat Yesus yang sedang menonton saya berkata “wow, ternyata Ester bisa memuliakanKu.” Ketika dewasa, saya sadar itu bukan imajinasi anak kecil. Justru itulah iman anak kecil. Sekarang saya masih sama, menginginkan Tuhan melihat saya dan berkata “wow ester, engkau telah memuliakanKu.” Untuk apapun yang saya lakukan, semua kupersembahkan untukNya Kol 323. Iman Kecil Atas keberhasilan dan kegagalan saya pun, Dia tetap harus dimuliakan melalui respon positif yang saya tunjukan. Orang lain yang tidak mengenal hubungan kami aku dan Yesus selalu berkata kamu munafik atau sok suci, respon saya yaah sudah gak perlu dimasukkin hati…gak usah baper. Yesus juga pernah difitnah, dan Dia diam saja tuh, bagi saya komentar Yesus lebih penting karena Dialah Sang Firman. Berikanlah perhatian tertinggi pada komentar Sang Mutlak yang berkuasa menyelamatkan. That’s it. Penulis Ester Wahyu Kristiani