Dalam Bahasa Arab, husnul khotimah artinya akhir yang baik. Hal ini diterjemahkan dari kata hasna yakni baik dan khotimah berarti sebuah akhir. Kebalikan dari husnul khotimah ialah su'ul khotimah yang diterjemahkan menjadi situasi dimana meninggal dalam keadaan buruk yakni berpaling dari Allah SWT. Semua umat muslim tentu mendambakan dapat
loading... Kematian. Bila saja dapat diprediksi kapan ia datang, tahun berapa, dan hari apa, mungkin seseorang masih bisa mempersiapkan segala amal kebajikan untuk menghadapi apa pun setelah maut menjemput. Namun sayang, maut seringnya datang dengan tiba-tiba sehingga mau tidak mau, kita pun akan terkejut karena merasa belum siap untuk menghadap Allah. Baca Juga Mengingatkan tentang kematian Abu Nawas , pujangga Arab yang bernama asli Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami, dalam I'tirof sebagaimana dikutip Ahmad Abu Nizar dalam bukunya berjudul "Celupkan Hatimu ke Samudera Rindu-Nya The Wisdom of Abu Nawas" 2011 merekam dengan sangat menyentuh dalam syairnya Takutlah kepada Allah, wahai nafsu Usahakan kebajikan sungguh sungguh Siapa pun hanya mengumpulkan harta la tiada lepas dari duka dan nestapa Kala tubuh tak memiliki pembela Kan menebus dengan harta dan anaknya Baca Juga Rasulullah SAW bersabda bahwa amal yang menjadi tumpuan perhitungan nanti di akhirat adalah ketika seseorang dijemput maut, amal di akhir hayat. Inilah yang betul-betul harus kita perhitungkan adakah kita termasuk seseorang yang husnul khatimah atau suul keterangan Nabi tersebut Imam Al-Ghazali menyimpulkan bahwa setiap orang akan dibangkitkan dalam kondisi persis seperti ketika ia mati mengenai bahagia ataupun celakanya. Dan kondisi kematian seseorang adalah persis sebagaimana ketika ia masih hidup. Di akhirat nanti, ia akan dibangkitkan sesuai dengan isi hatinya ketika ia hidup di dunia, bukan dari sosok tubuhnya. Dari sifat-sifat hati inilah mereka akan divisualisasikan dalam berbagai gambar konkret. Jika seseorang ketika hidupnya banyak memakai sifat anjing, maka nanti di akhirat akan dibangkitkan berupa anjing pula. Jadi, kondisi di akhirat nanti akan berbalik penuh. Anggota zahir yang tampak di dunia ini akan menjadi batin, dan apa yang batin serta bersemayam di hati ini ketika hidup di dunia akan tampak sejelas-jelasnya. Namun yang paling menentukan adalah apa yang dinamakan khatimah, yakni sebuah akhir kehidupan ketika seseorang mendapat predikat bahagia husn atau celaka su. Sebagaimana Rasulullah telah mengatakan “Seluruh amal itu terserah penutup khatimah-nya.” Artinya, jika seseorang dalam mengarungi kehidupan dunia ini pada paruh awalnya selalu menjalankan kebajikan dan berbagai amal ibadah, tetapi ketika menjelang maut atau pada paruh akhirnya ternyata ia bergelimang dengan berbagai dosa dan kemaksiatan, maka catatan yang menjadi acuan sebagai orang bahagia atau celaka di akhirat nanti adalah amal ketika ia dijemput maut, yakni ketika ia menutup kehidupannya. Baca Juga Sebaliknya, jika seseorang dalam paruh awal kehidupannya ia selalu melakukan berbagai kejahatan, namun ketika mendekati ajal ia berbalik begitu rajin melaksanakan ibadah, maka yang menjadi acuan catatan bukunya di akhirat nanti adalah amal baik ketika maut menjemputnya. Ironisnya, maut seringkali datang mendadak, tidak peduli lagi apakah seseorang dalam kondisi penuh kebajikan ataupun kedurhakaan. Dalam kondisi akhir ini, seseorang tidak bisa memprediksi adakah ia mendapatkan predikat husnul khatimah ataupun suul khatimah. Mengantisipasi datangnya maut secara tiba-tiba, agar seseorang mendapatkan predikat husnul khatimah, jalan satu-satunya adalah selalu menapak jalan yang diridhoi Allah. Mempertebal keyakinan dan ketakwaan sebagai bekal berangkat menuju alam baka dalam setiap situasi dan kondisi. Jika sewaktu-waktu dijemput maut, maka engkau akan berada dalam kondisi selalu siaga dan tidak lagi terkejut, mengeluh, atau menyesal mengenai berbagai amal kebajikan yang belum sempat engkau laksanakan. Abu Laits as-Samarkandy mengatakan bahwa seseorang yang masih mempunyai rasa takut kepada Allah, memiliki ciri-ciri yang tidak kurang dari tujuh tanda itu akan tampak sekali pada lisannya. Ia tidak akan pernah menggunakannya untuk mengumpat, berdusta, atau ucapan lain yang tidak bermanfaat. Ia akan mempergunakannya untuk membaca Al-Qur'an, berzikir kepada Allah, atau untuk memperdalam berbagai disiplin ilmu yang bermanfaat. Kedua, selalu menjaga urusan perut. Dengan demikian, ia tidak akan sembarangan memasukkan makanan apa saja yang didapat. Ia akan berusaha mendapatkan makanan halal, dengan ukuran sekadar cukup. Ketiga, selalu menjaga pandangan agar tidak melihat kepada apa pun yang dilarang agama. Tidak pula untuk melihat ke arah duniawi dengan pandangan tertegun keheranan, melainkan ia memandang semua itu sebagai 'ibrah pelajaran.
Husnul khatimah bermaksud berakhimya kehidupan manusia di dunia dengan kesudahan yang baik sebaliknya su'ul khatimah iaitu berakhirnya kehidupan manusia sebagai penyudah yang buruk. Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang soleh sangat risau akan kesudahan hidupnya. Mereka melakukan amal soleh tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 0oKWrP1LQRypr2ouUCAZZZ8NSMA1CRCHG62n2EiU6I91iLZOa3r5kw==
Namun yang paling menentukan adalah apa yang dinamakan khatimah, yakni sebuah akhir kehidupan ketika seseorang mendapat predikat bahagia (husn) atau celaka (su). Sebagaimana Rasulullah telah mengatakan: "Seluruh amal itu terserah penutup (khatimah)-nya."
Kematian seseorang dalam kondisi junub tidak menunjukkan lemahnya agama atau su'ul khotimah (akhiran yang jelek), selama dia junub dikarenakan perbuatan mubah (boleh), seperti: berhubungan dengan istri atau mimpi basah. dan dimandikan oleh para malaikat melalui kisah yang amat terkenal yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, dan yang lainnya
Diriwayatkan dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su'ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya." (HR. Thabrani) apakah umur dapat bertambah?
Sebab-sebab su'ul khatimah. Saudaraku seiman - mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda - ketahuilah bahwa su'ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang saleh secara lahir dan batin di hadapan Allah.. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su'ul khotimah.Su'ul khotimah hanya terjadi pada orang yang
RasulullahSAW bersabda: "Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su'ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya" (HR Thabrani) Sedekah adalah kata yang gampang diucapkan, namun sukar untuk dilaksanakan.
- ሳ к γոኘοβо
- Снωби це
- Λևз жራпсеሡуզ жեጭխյиφиጯ
- ኛεбрօրեш ζዡτոτጰх
Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su'ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri". (HR. Thabrani). Baca juga: Hujan menurut Islam; Bunuh Diri dalam Islam; Mengenal Diri Sendiri Dalam Islam
Hidup seseorang siapa yang sangka, kita hanya bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu maupun dari lingkungan kita. Jangan sesekali memvonis
. zkx5ksyncn.pages.dev/645zkx5ksyncn.pages.dev/221zkx5ksyncn.pages.dev/528zkx5ksyncn.pages.dev/827zkx5ksyncn.pages.dev/688zkx5ksyncn.pages.dev/427zkx5ksyncn.pages.dev/514zkx5ksyncn.pages.dev/394zkx5ksyncn.pages.dev/106zkx5ksyncn.pages.dev/764zkx5ksyncn.pages.dev/75zkx5ksyncn.pages.dev/694zkx5ksyncn.pages.dev/43zkx5ksyncn.pages.dev/562zkx5ksyncn.pages.dev/789
kisah nyata kematian su ul khotimah